sixteen candles to blow.

Mei 07, 2020

hi, it's my birthday!


Gue mengawali umur enam belas kayak bulan ramadhan sebelumnya. Begadang. Tapi bedanya keluarga gue ikut begadang kali ini, gue dikerjain. Tapi ujung-ujungnya makan pizza juga sesuai request gue. Walaupun, papi masih beliin kue tart padahal gue udah bilang gue nggak suka kue dan gak bakal makan kue di hari ulang tahun kecuali gue lagi kepengen banget (and last night i definitely not in mood to eat any cakes). Tapi udah dibeliin, jadi gue tinggal tiup lilin aja.

Nggak kayak judul, gue gak disuruh niup enam belas lilin, tapi lilin berangka enam belas. Sehabis itu makan pizza sambil mendengar petuah mami, papi, dan bunda (tante yang tinggal dirumah kami). Adik gue juga ngga mau kalah untuk ngoceh betapa pentingnya buat gue untuk segera pakai hijab. Gue cuma iya-iya aja sambil makan pizza dan membalas beberapa ucapan ulang tahun.

Setelah itu semuanya tidur, karena keluarga kami selalu sahur di jam empat. Biar mepet dengan imsak. Tapi gue, kayak biasa, nggak tidur.

Enam belas tahun, berarti gue sudah survive sejauh itu ya? Pelan-pelan gue tepuk tangan, mengapresiasi diri sendiri yang sudah bertahan sejauh ini. Gue kira gue akan menyerah empat tahun yang lalu, atau tiga, atau dua, atau setahun yang lalu. Tapi lagi-lagi gue bertahan satu tahun lagi. Tapi lagi-lagi, gue menemukan alasan temporari untuk kenapa gue harus tetap bernafas dan melanjutkan hari esok. Disaat-saat kayak begini gue bisa bangga dengan diri sendiri, bahkan untuk hal-hal yang orang lain nggak bisa banggain atas diri gue.

Kalau boleh jujur, dibanding senang karena tahun depan gue bisa bawa mobil dengan legal, gue malah ketakutan. Gue udah tiga hari nggak tidur dengan nyenyak prior to my birthday. Kadang gue masih berpikir untuk pindah ke neverland, dan nggak tumbuh dewasa. Karena jadi orang dewasa itu banyak tanggungan nya, dan gue orang yang ceroboh. Gue masih mau banyak main dan carefree dengan semua tanggung jawab gue. Dipikir-pikir, peringatan hari ulang tahun malah membuat gue jadi makin banyak pikiran.

Or maybe, instead of scared of it, why wouldnt i cherised it? 

Karena sudah bertahan sejauh ini, karena masih ada yang peduli dengan hari dimana gue dilahirkan, karena masih bisa mengetik ini selagi mengoceh tentang betapa takutnya gue dengan tanggung jawab orang dewasa.

Mungkin gue terlalu banyak berpikir yang enggak-enggak. Mungkin gue terlalu banyak mengoceh. Gue baru aja ingat, kalau ada yang pernah bilang, the more you concerned, the more you lose. Kurang lebih kayak begitu karena gue lupa, sudah lama banget. But it somehow tangled in my mind. Looking back, gue sadar sudah berapa banyak good moments yang gue lewatkan hanya karena gue khawatir dan banyak berpikir.

Mungkin gue harus mulai untuk carefree lagi sebelum benar-benar jadi orang dewasa.



oke, gue mau lanjut nonton Hotel Del Luna dulu. see you later!

best regards,

clarissa, the birthday girl. 

You Might Also Like

2 komentar

  1. Happy Birthday Clarissa sayang <3 i don't kno who u'r tapiiii bahagia selalu yaa saa. Aku ada nulis di meja belajar gini "If the universe didn't need you. You wouldn't be here" dpt dari pinterest sih haha. Tapi semoga relate yaa <3 i love you. gbu, love <3

    BalasHapus