Puasa Ngopi.

Mei 08, 2020

Gue bukan orang yang ngopi tiap hari, sih. Tapi kegiatan ngopi sendiri sudah jadi hal krusial yang sering gue lakukan walaupun nggak setiap hari. Sekalinya ngopi, gue bisa habis empat atau lima shot espresso cuma semata-mata karena gue 'ngerasa' dua shot espresso itu kurang kuat. Padahal nggak sekali dua kali tubuh gue menunjukan ketidaksukaan nya atas kopi. Berbanding terbalik dengan pikiran dan hati yang bucin abis sama kegiatan ngopi, sambil nugas, sambil ngetik-ngetik nggak jelas, corat-coret kertas, atau cuma scroll media sosial ditengah keheningan coffeeshop. Sekali-sekali ngobrol sama mba atau mas barista. Enggak tau bisa dikatakan ngobrol atau ngga kalau percakapan nya cuma disekitar, "Gimana sekolahnya hari ini, kak?" atau "Wah mau nugas ya, kak?" (Karena gue selalu datang kalau nggak pake seragam sekolah, ya bawa buku/map buat nugas.)



Nggak semua coffeeshop itu sepi, hening, musiknya slow. Contohnya, starbucks yang lokasinya berada didalam mall, (iya, gue consider starbucks itu coffeeshop, jangan protes.) coffeeshop samping kiri tempat les gue, (mereka selalu muter lagu-lagu yang lagi hits, makanya kebanyakan lagu-lagu yang diputar itu ngebeat. ) Gue pribadi lebih suka coffeeshop yang hening, kayak yang letaknya disebelah kanan tempat les gue (iya, ada dua coffeeshop didekat tempat les gue) , atau didekat rumah teman gue yang rada masuk kompleks perumahan. Cuma nggak menutup kemungkinan gue nongkrong di coffeeshop yang rada rame juga. Gue juga lumayan sering nongkrong di coffeeshop sebelah kanan tempat les gue karena teman-teman lebih suka kesana ketimbang coffeeshop sebelah kiri. Atau starbucks yang lokasinya di mall, karena lebih dekat dari sekolah. 

Atmosfir tempatnya akan selalu berubah, berbeda dengan tempat lain kalau gue sudah consider tempat yang menyajikan kopi itu coffeeshop. 

Omong-omong masalah kopi, gue suka banget macchiato. Kayaknya ini dulu karena setiap pesan gue cuma berkutat di americano atau caffe latte, terus gue mulai bosan dan iseng pesan macchiato buat pertama kalinya karena gue bingung, bedanya sama caffe latte apa coba? Sama-sama pakai susu! Ok, ternyata macchiato itu espressonya ditaruh diatas, dan entah kenapa gue lebih suka ini daripada caffe latte.  

Anyway, gue sudah puasa ngopi dari bulan februari, berarti sudah jalan bulan ketiga gue puasa ngopi. Dan gue amazed banget dengan kemampuan gue menahan nafsu ngopi padahal frekuensi gue datang ke coffeeshop juga nggak berkurang, sebelum psbb. Setiap kali gue ke coffeeshop, gue lebih memilih buat pesan menu non-kafein, kayak teh leci di coffeshop dekat kompleks perumahan teman gue! Atau iced hibiscus tea lemonade nya starbucks. Karena gue mulai menyadari dampaknya mabok kopi buat gue. Asam lambung gue lebih sering naik daripada dulu sebelum gue jadi frequent coffee drinker karena gue yang selalu pesan tanpa consideration. Selain itu, gue jadi sering moodswings karena efek kafein, dan itu juga nggak sehat buat mental gue. Gue nggak mutusin berhenti karena bagaimanapun kopi bakal selalu jadi minuman favorit gue tepat dibawah air mineral. Tapi kalau gue gak paksa puasa kopi (entah sampe kapan, mungkin sampai gue terbiasa bilang two shots itu udah kuat banget, it always been a weak shots for me.) gue nggak bakal bisa considerate dalam memesan kopi. 

Waktu ngetik entri ini, gue lagi minum hibiscus tea lemonade nya starbucks (idk nulisnya bener atau ngga, but i like this one) yang dianterin sama gojek karena, again, PSBB yang sedang berlaku. Gue pastinya kangen, banget, sama yang namanya nongkrong. Tapi kali ini gue secara sukarela akan merelakan nafsu nongkrong gue demi memutus mata rantai covid-19. Gue masih kuat buat bergelung di kasur, belajar didepan laptop sampai mines gue nambah asal dengan cara itu, gue berkontribusi buat pencegahan dan penyelesaian wabah ini. Gue juga yakin banyak dari kalian yang bosan dirumah, gue juga. Tapi tolong banget, ayo stay dirumah kalau bisa, ayo stay dirumah kalau nggak ada hal mendesak diluar. Semua orang punya peran, dan wabah ini pasti cepat berlalu kalau kita kerjasama. 

Until then, be strong. 

Regards,

clarissa, xoxo. 

You Might Also Like

2 komentar

  1. kangen nongkrong jugaaa ): seru banget sih banyak coffeeshop. boleh request artikel perkopian gak? haha soalnya aku biasa pesen soy coffee latte sama es kopi susu aja di janjijiwa hahaha XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha kapan2 deh aku bikinn >< aku juga suka soy coffee latte nya janji jiwa!

      Hapus