hola, dua ribu sembilan belas!

Januari 09, 2019

selamat tahun baru !



happy new year!

새해 복 많이 받으세요! 

新年好! 

あけましておめでとうございます! 



gue mau bahagia ditahun ini, begitupun yang gue harap untuk kalian semua. gue gak mau nangis lagi, gue mau lulus dengan nilai terbaik, gue mau dapet SMA bagus, gue mau nonton seventeen, gue mau nonton stray kids, gue gak mau patah hati, gue mau lulus tes ielts dengan nilai bagus, gue mau fasih bahasa korea, gue gak mau patah hati. gue mau bahagia.

dua ribu delapan belas menjadi sangat berkesan bagi gue. bukan berarti tahun lain gak semenakjubkan itu. gue enggak banyak bahagia juga tahun ini, tapi gue punya banyak cerita yang bisa gue ceritain nanti. gimana gue survive dari sesuatu yang bikin gue nangis tiap malem, sesuatu yang bikin hari-hari gue terasa berat, sesuatu yang bikin semuanya jadi gelap.

you did it through 2018, clars! it is another round, let's do it for another one year!

atau gimana gue menyadari kalau dunia ini tuh memang sekejam itu. dan rasanya memang sesakit itu. tapi memangnya kita punya pilihan selain menjalani? enggak. di titik ini gue ngerti kalau apa yang dibilang Soe Hok Gie ada benarnya,

“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”

tapi rasanya, gue bisa aja matahin pernyataan ketiga. karena seberapa besar keinginan gue untuk mati, sebesar itu juga keinginan gue mau hidup. Chairil Anwar mau hidup seribu tahun lagi, begitupun gue. Gue juga mau hidup seribu tahun lagi. 


i did a throwback while writing this, and suddenly the tears falling down again. this is the last one, i promise. 






You Might Also Like

0 komentar