Northeast's snowflake.
Mei 12, 2020
Hai! Gue kangen liburan. Dalam artian liburan yang sebenarnya. Bukan mendekam didalam rumah sambil menunggu online classes dan mengerjakan tugas kayak sekarang. Lagipula, gue memang jarang banget pergi liburan. Kebanyakan waktu liburan gue dihabiskan dirumah, atau paling mentok, yah, keliling Jakarta. Ini karena orang-tua gue yang punya tugas untuk melindungi NKRI sehingga sangat susah punya izin liburan. Imbasnya, gue dan adik juga jarang punya waktu liburan, bahkan keluar kota. Bahkan sampai detik ini gue nggak pernah tau bagaimana itu Bali. Padahal masih sama-sama Indonesia. Satu daerah yang selalu gue sambangi bolak balik, walaupun nggak setiap tahun, adalah Sumatera Barat. Jelas, it's my parents's hometown.
Tapi awal Februari tahun ini, gue mendapat kesempatan untuk berlibur. Well, gak bisa dibilang berlibur di waktu liburan karena jelas gue bolos dengan alasan 'mengunjungi keluarga di Luar Negeri karena mau ada acara' yang mana sangat bullshit. Gue sama sekali gak punya keluarga yang bermukim di luar negeri. Di seluruh daerah Indonesia mungkin, karena we're minangnese afterall, kita merantau, bos! Alasan tersebut akhirnya disetujui Kepala Sekolah (ya, disekolah gue sangat strict masalah absen, sampai-sampai izin ke luar kota atau negeri harus izin kepsek.) And yes, holiday we go!
Perlu diingat, liburan ini adalah pertama kalinya gue pergi keluar negeri. I made my passport 3 months before to my departure, sebelumnya gue nggak punya paspor. Padahal, gue punya saudara di Batam dan beberapa kali menyambangi mereka. Kalau aja gue punya paspor dari dulu, pasti sudah bolak-balik Singapore. Gue inget banget, gue make up secantik-cantiknya sebelum berangkat ke kantor imigrasi untuk membuat paspor biar punya foto paspor yang cantik. Tapi ternyata antrian kantor imigrasi memang nggak bisa dimaafkan. Alhasil, sama aja kayak foto KP dan KIA gue, gue punya foto identitas yang buluk parah. But i can say my passport's photo is better than my other id's photos.
And my first abroad trip, is without my parents. Yes, yall read that right. Orang tua gue stay di Jakarta karena gak bisa ninggalin dinas, jadi gue cuma berangkat berdua sama adek. It's not like gue bakal stranded di negeri orang, kok. Gue pake travel, dan karena the whole trip itu acara dari tempat bisnis sampingan mami, dan ada tante juga yang ikut, makanya mami dan papi nggak terlalu khawatir. Tapi tetap aja, gue masuk imigrasi negeri orang. What's more scarier than leaving your country for the first time without parents??
Oke, gue lupa mention kalau destinasi liburan gue kali ini berada di utara bagian timur bumi, kayak di judul. To be precise, South Korea. Negara yang sudah lama menjadi salah satu negara dalam list countries to visit before i die. Apalagi ini Korea Selatan, negara tempat idols gue tinggal dan meniti karir. I am more excited than ever.
Perjalanan dimulai tanggal 4 Februari 2020. Gue dapet flight malam sekitar jam 11.30. Maka dari itu, paginya gue masih sekolah. Bukan keinginan gue sih, tapi mami memaksa karena sayang kalau ketinggalan materi dan bisa absen lebih sebentar. Jadi gue tetap masuk, walaupun jam 12 siang sudah dijemput karena harus siap-siap dan berangkat dari rumah jam 3 siang. Sengaja berangkat sangat awal karena macet kearah Soekarno-Hatta Intl Airport itu gak bisa dipikir pakai akal dan logika.
Lalu waktu sampai, gue ga berhenti amazed karena ini juga kali pertama gue masuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang katanya bagus banget (dan emang bagus banget!). Gue emang anak Jakarta karbitan, guys! Hehe. Tentu aja gue nggak lupa foto didepan terminal ala-ala orang mau berangkat liburan gitu.
Right ; gue, di waiting room.
Right : Gue, abis jajan di GS25. Ini fotonya disamping GS25.
Right : Me, again, disamping lift ada jendela yang langsung menghampar ke salju yang luas.
Right : Scenery dari atas cable car. anyway, thats my bro's arms.
Gue juga sempat main perang salju sama adik. Seru banget! Kayanya celana gue lebih basah disini daripada saat main ski. Tapi kayak yang gue bilang sebelumnya, it's all worth to sacrifice. Bahkan gue baru sadar celana gue basah pas gue sudah di bis! (ps. celana nya bukan basah seperti tenggelam, tapi cuma lembab.)
Jadwal pertama masih sarapan, tapi sama aja dan nggak berkesan. Sarapan khas hotel. Habis itu kami melaju ke Seoul. Perjalanan sekitar 3 jam. Ditengah-tengah perjalanan kami turun di Yongin untuk makan siang. Gue seneng banget, karena Yongin itu kampungnya Dokyeom SEVENTEEN. Padahal cuma turun buat makan siang ><
Menu makan siangnya adalah DAGING! Lebih hebat lagi, daging all you can eat. Entah berapa piring gue dan adik gue habiskan. Kayaknya sekitar 5 atau 6 piring penuh daging, hanya untuk kami berdua. Haha kenyang banget ga bohong.
Sesampainya di Seoul bus berhenti di Shilla Ipark Duty Free untuk berbelanja. I treated myself some liptints and skincares. Tapi nampaknya ibu-ibu di rombongan gue lebih semangat. Mereka belanja banyak sekali gue sampai speechless. Padahal baru sampai Seoul. Masih ada besok untuk berbelanja di Myeongdong. Sehabis itu kita sempat ke pusat gingseng dan red pine tree, tapi gue nggak punya dokumentasi karena nggak boleh foto-foto. Gingseng center memorable banget karena mereka menyediakan tester barang-barang yang dijual, dan gue sempet cobain dodol gingseng (lupa nama koreanya apa) dan semacam cookies, i assume dari gingseng yang juga enak banget!
Gue juga sempat mampir ke gedung MBC dan SBS walaupun cuma didepan nya! :D. Tempat ini bersejarah banget buat gue karena SEVENTEEN debut di MBC! Ibaratnya gue ziarah ke tempat debutnya SEVENTEEN, hehe/ Gue nungguin beberapa menit tapi kayaknya nggak ada idols yang lewat, jadi gue memutuskan buat ke 7-11 dan beli Banana Uyu yang hits banget itu.
Pagi itu setelah sarapan kami menuju ke Seoul Worldcup Stadium. Stadium bersejarah karena dipakai di Worldcup tahun 2002 Pagi itu suhunya sekitar 1 derajat jadi lumayan chilly. Tentu aja gue take foto di stadium bersejarah dong!
Lalu kami berhenti makan siang. Kali ini menunya samgyetang alias ayam jahe! Ini enak banget, ayamnya juga nggak gede-gede banget jadi bisa dihabiskan, tapi hati-hati karena ada dua gelas disiapkan. Satu berisi arak dan satu berisi air mineral. Make sure buat cium dulu airnya!
Setelah itu kami naik cruise di Han River. Tapi sebelum itu, kami dibolehkan jajan. Jadi gue beli minuman manis yang namanya bbongbbong. Kayaknya kalau ada yang nawarin jastip gue bakal minta beliin ini seboks! (Gaktau beli seboks dimana, tapi kalau ada gue mau banget.) Sama tteokbokki samyang carbonara. Ada cerita lucu, jadi gue microwave tteokbokkinya kelamaan, alhasil tteokbokkinya meluber didalam. Karena gue takut, gue kabur sambil bawa tteokbokki tersisa jauh-jauh dari CU tempat gue beli. Jangan dicontoh ya HAHA.





4 komentar
mau bangettt ke korea jugaa<3
BalasHapusyuukk sini bareng hahaha ><
Hapusaku baca dari awal sampai akhir loh, keren gak tuh? wkwk,,
BalasHapusngakak banget waktu bagian "Sakit boleh norak jangan lupa!"
HAHAHAHA makasih bgt loh! i hope u enjoy it
Hapus