COV-Ied, 2020.

Mei 25, 2020

Happy Ied, everyone!


Biasanya, hari lebaran ketiga itu masih sibuk kemana-mana atau terima tamu, tapi hari ini sudah sepi banget. Well, my ied is not very flat, though. Daerah rumah gue yang tadinya red zone, sudah dinyatakan green zone. Jadi sholat ied berjamaah sudah diperbolehkan. Tetapi anggota keluarga gue yang ikut sholat ied berjamaah hanya tante yang tinggal bersama keluarga gue. Papi masih dinas di RSD Wisma Atlet, gue dan mami sedang menstruasi dan adik gue terlalu malas kalau harus ke mesjid sendirian tanpa papi, jadi dia sholat ied sendirian dirumah.

Tahun ini kayak tahun-tahun sebelumnya, dirumah gue masak Lontong Sayur! Biasanya ada Sambal Tauco (yes, ini ultimate padang cuisine abis), tapi tahun ini nggak ada. Gue enggak terlalu suka juga, sih. Gue juga nggak beli baju baru, tapi menolak pakai baju tahun lalu jadi gue mix and match baju di lemari aja, yang totally gak ada vibes lebaran nya sama sekali. Cuma kemeja putih, lalu didouble dengan long sleeve hitam motif bunga dan celana kulot. (Maaf nggak sempat foto haha ><) Gue juga pake kuteks warna ungu pastel karena apparently, kuteks warna gelap gue nggak bisa dibuka dan gue terlalu malas cuma buat rendam kuteksnya di air hangat.

Sekitar jam 12 gue ke rumah kakak papi, yang tinggalnya didekat rumah juga. Memang sih, saudara papi kebanyakan tinggal di daerah yang sama dengan gue. Maka dari itu kami masih bisa silaturahmi walaupun harus ribet sebentar-sebentar cuci tangan. Dan yang paling penting sih, THR! Akhirnya dompet gue dikasih makan TT.

Malamnya gue dan saudara-saudara yang lain grilling dan membuat shabu-shabu sementara bapak-bapak dan ibu-ibu bakar ikan. Dari sini sih kelihatan banget generation gap nya. Ohiya, gue juga sudah berganti baju (yang lebih nggak vibes lebaran lagi) yaitu tanktop dengan outer denim dan celana training serta sendal jepit oranye :p

 

cuma sempat foto-foto kayak gini. 
funfact, gue paling muda disini. 


Gue pulang sekitar jam jam sebelas, jalan kaki tentunya. Orang tinggal ngesot aja kok, hehe. Sampai rumah gue langsung tepar, mungkin karena kecapekan kali ya?

Ohiya, gue juga mau minta dimaafkan lahir dan batin kalau-kalau gue ada salah. Semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadhan dan ied fitr tahun depan!

Anyway, how's your ied, guys? Tell me!

You Might Also Like

2 komentar

  1. Enak banget masih dapet THR :')
    Ied disini cuma keluar rumah (masjid cuma boleh didatengin bapak-bapak), salaman sama tetangga, foto sama tetangga. Masuk rumah dan nyalain webcam buat silaturahmi sama saudara yang jauh semua. Nggak ketemu tapi tetep bagi-bagi THR lewat dompet online, malah keluar tambah banyak soalnya tinggal klik.

    Sedih lebaran tahun ini kurang berkesan. Covid please go awaay.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, nggak berasa lebaran nya ;( Semoga tahun depan bisa rame-rame lebaran lagi huhu.

      Hapus